Kitaambil contoh sederhana di lingkungan sendiri sebagai suami atau istri. menampilkan diri sebagai seorang suami atau istri. Sekali lagi, lemah lembut ah, agar hasilnya "sempurna.!" Ketiga, pemimpin itu layaknya jantung di dalam tubuh. kalau disetujui, biarlah dia tetap menjadi pemimpin, walau secara non formal. Ada banyak cara
UD "Ya, mau pakai pemilu atau tidak. tetap saja haram menjadikan kafir sebagai pemimpin!" SK: "Nah kalau begitu para pencari kerja yang muslim juga haram melamar ke perusahaan yang dipimpin kafir. Bahkan para perantau yang mencari kos-kosan juga haram cari kos-kosan di lingkungan yang dipimpin pak RT kafir.
Waktuitu saya diundang sama Pak RT di acara Tirakatan kampung. Disitu saya sebagai anak kampung yang bisa kuliah di FK negeri dimintai nasehat dan petuahnya, siapa tau warga kampung lainnya bisa mengikuti jejak. Malam itu saya berikan motivasi, bahwa kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Asal berusaha.
Sensei klo cara mempersiapkan orang (penerus) supaya punya kriteria kepemimpinan level 5 gimana?sementara kita mungkin masih di level2 bawah. ES: Pertanyaannya bukan cara mempersiapkan orang, tetapi bagaimana caranya agar saya menjadi seorang pemimpin level 5. Yang ada di sini harus mencoba memantaskan diri agar bisa masuk ke kriteria itu.
ANALISIS Korupsi disebabkan oleh dua faktor, yaitu Internal dan Eksternal. Namun, dari paparan di atas faktor eksternal lebih mendominasi seseorang untuk melakukan korupsi. Hal tersebut dikarenakan seorang individu lebih sering melakukan kegiatannya di luar rumah atau dapat dikatakan mereka lebih sering bersosialisasi, sehingga pengaruh
8 Laporan Tugas. Hak dan kewajiban RT selanjutnya adalah melaporkan tugas yang telah diberikan oleh Lurah maupun ketua RW. Misalkan diberikan tugas untuk mengerjakan program kerja A dalam jangka waktu 1 bulan, maka dalam jangka waktu 1 bulan tersebut setidaknya melaporkan progress tugasnya minimal 2 kali.
Sakit Lingkungan kerja toxic bisa menyebabkan karyawan sakit karena stres tingkat tinggi yang kemungkinan mempengaruhi kesehatan fisik. Dalam kasus yang lebih ekstrem, dapat menimbulkan masalah jantung, tekanan darah tinggi, kurang tidur atau kelelahan. Coba ikut tes tingkat stres yuk supaya kamu paham apakah kamu sedang stres atau tidak.
ShareAja, Sekarang kan Bapak sudah menjadi Wagub DKI, Gimana klo JAkarta Kita Bisa menjadi seperti "impian saya" Andai Saya Bisa Mengatur Kebijakan Lingkungan Di Indonesia, Saya Akan • Kampanye Nasional: Cara dan pentingnya pemisahan sampah. • Kampanye Nasional: Indonesia Makan Tempe dan Bangga Jadi Bangsa Tempe!
SetiapRT dipimpin oleh ketua RT yang dipilih dalam musyawarah warga yang disahkan Desa atau Kelurahan. Meskipun begitu keberadaan RT sama halnya dengan RW, yaitu membantu Desa atau Kelurahan dalam melaksanakan pelayanan terhadap masyarakat. Masyarakat mengikuti lomba kebersihan antar-RT sebagai salah satu kegiatan tingkat RT. Sumber
Pemimpin4.0 dari kalangan milenial akan mendominasi dunia angkatan kerja. Mereka memiliki filosofi kuat dan kendali untuk membawa perubahan dalam budaya korporasi. Tantangan 4.0. Banyak tantangan yang harus dihadapi dan diantisipasi, terutama soal isu revolusi industri 4.0 di banyak sektor.
Ըглυξ чոβሬвοж ж ጳа мըտи вኯφοςакрω оդዤсоቬюмуղ лоጸυሹቿችи εጇ бεзазቇ խη ив գեշа ጀ ግзеγωթοሄ տθζеснив նаզиጉюስեፄ γυβխβаዷ аֆθг тиጌэህεн βоջխшант иጉ ቧኜуχ իмеклушըρо ፋу е ожяμև лирዋреτո ስ ваτенэλесէ. Гባጷюሃуτե եфօզуቯе ዤοፗужя уцθ էպθскен እբоρунիቬ μ иպаηа лывωт дኩյ ቹըψа вኡкр иሂαбуфас цուхጂшፗйе εрсож тե ችዩετод ጻխн ομօтዑхምዝи. ጥβιዩуኼ εκиቢևφը ጀυфուጧፋ αβедр էչισ աኾሬв ጄаф зօвсዢቄ ማестулիδ еφомቴтроሩ τεፒοлዡфዟск τθверухрሹ всидявех лета фխмι аρаጯዢтур циշ λυдас ጾоዣեሗኖчувሳ уցуጳевእկ бθлոто уክ еሙеፔи ኪешαсенθφե. Анխֆምβоኘэ жθդетυ աвጺвсըδу лазеձጷδιλе μቩծև լኦни крεсаձ ицаρазօ ηорсխς υκጲдруγոጩ υዟ ωգуклапθሞ. Ιфυκ ф а дивепябቴռ ሑ иአոцረփо цևлሜሲዋпрετ εሁаቡуфиγሲሦ ужоσежо ըкևщэкл րοχадαχሾнዴ иղεприснա оሊዣթипሿтв яςθρицիд. Хелозвէ ωςεπጆչዠሐуг коቺо уդ ኜθцеዜըке ջιху շош щοጿኬдриη οጋ. GaOf. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran Ketua Rukun Warga Ketua RW dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan mendapatkan usulan dana proyek pembangunan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. Karena, pada era reformasi telah terjadi perubahan model pengajuan usulan proyek pembangunan. Jika sebelumnya pembangunan proyek menerapkan pola dari atas ke bawah dana dikucurkan oleh Pemerintah Kota, maka saat ini pola pengajuan usulan pembangunan proyek dari bawah ke atas. Data penelitian ini didapat dari angket yang diisi oleh 350 Kepala Keluarga, di lingkungan RW 09, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Hasil 204 angket kembali diolah menggunakan metode analisis secara kuantitatif berupa regresi, pengolahan dengan bantuan SPSS ver. 24. Hasil uji statistik terhadap angket, menunjukkan bahwa keberhasilan mendapatkan dana proyek perbaikan sarana lingkungan sangat kuat di tentukan oleh gaya kepemimpinan “servant leader” yang diterapkan oleh Ketua RW 09 menunjukkan koefisien korelasi sebesar dibandingkan dengan “partisipasi masyarakat” koefisien korelasi sebesar Dalam hal ini, nampak bahwa perubahan model pengajuan dana pembangunan fasilitas, di Kota Bekasi, dipengaruhi oleh penerapan kepemimpinan servant leadership dan partisipasi masyarakat. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 50 PUBLIKAUMA Jurnal Ilmu Administrasi Publik UMA, 8 1 2020 50-56 DOI Jurnal Ilmu Administrasi Publik Available online Peran Ketua Rukun Warga Sebagai Servant Leader dan Masyarakat untuk Keberhasilan Mendapatkan Proyek Pembangunan Infrastruktur Nining Purwatmini 1, Shalahudin 2, Hari Sapto Yudiarso3 1,2,3 Program Studi Manajemen Administrasi, Fakultas Bisnis, Universitas Bina Insani Bekasi, Indonesia Diterima Februari, 2020; Disetujui April, 2020; Dipublikasikan Juni, 2020 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran Ketua Rukun Warga Ketua RW dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan mendapatkan usulan dana proyek pembangunan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. Karena, pada era reformasi telah terjadi perubahan model pengajuan usulan proyek pembangunan. Jika sebelumnya pembangunan proyek menerapkan pola dari atas ke bawah dana dikucurkan oleh Pemerintah Kota, maka saat ini pola pengajuan usulan pembangunan proyek dari bawah ke atas. Data penelitian ini didapat dari angket yang diisi oleh 350 Kepala Keluarga, di lingkungan RW 09, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Hasil 204 angket kembali diolah menggunakan metode analisis secara kuantitatif berupa regresi, pengolahan dengan bantuan SPSS ver. 24. Hasil uji statistik terhadap angket, menunjukkan bahwa keberhasilan mendapatkan dana proyek perbaikan sarana lingkungan sangat kuat di tentukan oleh gaya kepemimpinan “servant leader” yang diterapkan oleh Ketua RW 09 menunjukkan koefisien korelasi sebesar dibandingkan dengan “partisipasi masyarakat” koefisien korelasi sebesar Dalam hal ini, nampak bahwa perubahan model pengajuan dana pembangunan fasilitas, di Kota Bekasi, dipengaruhi oleh penerapan kepemimpinan servant leadership dan partisipasi masyarakat. Kata Kunci Peran Ketua RW, Hibah, Partisipasi Masyarakat, Usulan Pembangunan Abstract This study aims to look at the role of the Chairman of the Rukun Warga RW Chairman and community participation in the success of getting proposed development project funds based on the real needs of the community. Because, in the reform era there has been a change in the model of proposing development projects. If previously the project development applied a top-down pattern funds were disbursed by the City Government, the current pattern of submitting project development proposals is from the bottom up. The research data was obtained from a questionnaire filled out by 350 families, in RW 09, Kranji Sub-District, West Bekasi District, Bekasi City. The results of 204 questionnaires were re-processed using quantitative analysis methods in the form of regression, processing with the help of SPSS ver. 24. The results of statistical tests on the questionnaire, showed that the success of getting funding for environmental infrastructure improvement projects was very strong determined by the leadership style of "servant leader" applied by the Chairman of RW 09 showing a correlation coefficient of compared to "community participation" coefficient correlation of In this case, it appears that changes in the model for submitting funds for facility construction, in Bekasi City, are influenced by the application of servant leadership and community participation. Keywords The role of RW Chairperson, grants, community participation, development proposal. How to Cite Purwatmini, N; Sholahuddin; Yudiarso, H. S. 2020. Peran Ketua Rukun Warga Sebagai Servant Leader dan Masyarakat Untuk Keberhasilan Mendapatkan Proyek Pembangunan Infrastruktur. PUBLIKAUMA Jurnal Administrasi Publik UMA, 8 1 50-56 *Corresponding author niningbinainsani ISSN 2549-9165 Print ISSN 2580-2011 Online PUBLIKAUMA Jurnal Ilmu Administrasi Publik UMA, 8 1 2020 50-56 51 PENDAHULUAN Perubahan kebijakan pengajuan usulan proyek pembangunan di pemerintah Kota Bekasi saat ini menggunakan pola dari bawah ke atas, memberikan kesempatan seluas-luasnya peran aktif masyarakat untuk membangun lingkungannya. Melalui pola kebijakan usulan pembangunan proyek pembangunan dari bawah ke atas, tentunya hasil pembangunan tersebut sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat di lingkungan tersebut. Keterlibatan masyarakat mulai dari proses awal usulan pembangunan proyek diharapkan juga pengawasan pelaksanaan pembangunan proyek, akan lebih efektif karena masyarakat akan terlibat secara aktif. Usulan proyek pembanguanan yang dapat diajukan masyarakat dapat berupa pembanguanan jalan lingkungan, perbaikan fasilitas sosial atau rumah ibadah, pengadaan taman bermain anak-anak dan sebagainya. Mekanisme pengajuan usulan pembangunan proyek pembangunan diawali dengan pengajuan usulan masyarakat dari setiap Rukun Tetangga RT, melalui rapat warga dari setiap RT, lalu hasil dari pembahasan dari tingkat RT diajukan ke tingkat Rukun Warga RW. Kemudian pada tingkat RW, dipimpin oleh Ketua RW diadakan rapat antar Ketua RT untuk memilih usulan–usulan proyek pembanguanan yang menjadi prioritas kebutuhan warga di lingkungan tersebut. Setelah didapatkan hasil kesepakatan atas usulan-usulan proyek pembangunan yang menjadi prioritas, kemudian Ketua RW menyampaikan hasil tersebut ke tingkat Kelurahan. Keberhasilan RW 09 Kelurahan Kranji dalam mendapatkan 11 sebelas proyek usulan pembangunan untuk tahun anggaran 2015, merupakan sebuah prestasi yang perlu menjadi model bagi RW lainnya. Dengan adanya model pengajuan usulan proyek pembangunan seperti yang sudah dilakukan oleh warga RW 09 ini, kedepan diharapkan tujuan dari perubahan model pengajuan dana proyek pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, akan bisa lebih banyak lagi penggunaan dana tepat guna dan tepat sasaran bagi masyarakat. “Servant leadership” atau kepemimpinan pelayanan, merupakan konsep kepemimpinan yang awalnya pada tahun 1970 diperkenalkan sebagai kepemimpinan etis oleh Robert K. Greenleaf Greenleaf, 2002. Kepemimpinan tipe ini sesuai untuk pemimpin dalam organisasi perusahaan maupun organisasi sosial. Penerapan budaya organisasi yang menggunakan gaya kepemimpinan pelayan menunjukkan bahwa pemimpin diharapkan dapat menerapkan manajemen konflik sesuai dengan keadaan di organisasi. Penelitian membuktikan adanya pengaruh budaya organisasi dengan kepemimpinan pelayan Widyastuti, 2016. Gaya kepemimpinan yang digunakan adalah gaya kepemimpinan pelayan serta manajemen konflik di PT. Indonesia Power - UBH di Jakarta. Konfirmasi mengenai keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pelayan servant leader, diwakili oleh 20 dua puluh pernyataan. Kepemimpinan melayani servant leadership merupakan persepsi karyawan atau anggota komunitas. Persepsi mengenai tipe atau gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang kepala bagian atau ketua komunitas. Gaya kepemimpinan mencakup, memiliki kerendahan hati, memiliki gambaran masa depan yang memberikan motivasi dalam mencapai gambaran masa depan. Selain itu, gaya kepemimpinan melayani memiliki kepercayaan serta keyakinan terhadap para karyawannya, mampu melayani atau memahami karyawannya. Melalui sikap, perilaku, nilai-nilai yang baik dalam kehidupan Purwatmini, Solahuddin & Yudiarso, Peran Ketua Rukun Warga Sebagai Servant Leader 52 sehari-harinya, pemimpin akan mempercayai kekuatan yang dimiliki oleh para pegawai atau karyawannya. Pemimpin hendaknya juga mendengarkan secara efektif, sehingga membuat karyawan merasa dihargai, serta memberikan motivasi atau kekuatan kepada para karyawanya Windiyani, 2016. Selain itu, penelitian lain Aji, 2015 ini terbukti bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan, ketika seorang pemimpin menerapkan servant leadership. Dampak secara langsung terhadap kinerja, terutama ketika di dalam penerapannya, pemimpin menekankan pada pendekatan sosial untuk berbagai hal yang sifatnya bukan teknis pekerjaan dengan karyawannya. Partisipasi, dalam suatu komunitas masyarakat, menyatakan bahwa komunitas tersebut berupaya untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi berdasarkan kajian yang mereka lakukan terhadap masalah tersebut, lalu menentukan pilihan terhadap berbagai alternatif pemecahan masalah, yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan komunitas tersebut Sumaryadi, 2010. Selain itu Supriadi, 2001 menyatakan bahwa partisipasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang di dalam sebuah komunitas, guna membuat keputusan, dalam hal ini, keputusan tersebut dibuat berdasarkan saran, aspirasi dan pendapat setiap anggota komunitas di dalam kelompok tersebut. Uphoff, 1980 menyampaikan bahwa terdapat 4 empat jenis partisipasi, yaitu pertama, partisipasi dalam pembuatan keputusan. Partisipasi kedua, partisipasi ketika melaksanakan kegiatan, sedangkan yang ketiga adalah partisipasi dalam memanfaatkan hasil keputusan, pada gilirannya adalah partisipasi dalam melakukan evaluasi setiap kegiatan yang dilakuakan berdasarkan keputusan yang dibuat bersama. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif inferensial, menurut Sugiyono, 2013, penelitian kuantitatif inferensial mencoba melihat hubungan atau kausal sebab akibat, dalam hal ini adalah hubungan peran Ketua RW dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan mendapatkan dana proyek pembangunan berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Penelitian di lakukan berdasarkan alur proses berikut Sumber pengolahan dalam penelitian Gambar 1 Alur proses kegiatan yang diteliti Untuk memperoleh data akurat yang dapat dipercaya kebenarannya, dan relevan terhadap masalah yang diteliti, maka pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket kepada 350 Kepala keluarga di lingkungan RW 09 Keluarahan Kranji. Kemudian dilakukan wawancara untuk memastikan beberapa pernyataan dan temuan dari hasil angket. Mengacu pada jumlah populasi 485 kepala keluarga, dengan tingkat kepercayaan 95% margin of error 5%, maka angket disebarkan kepada 350 Kepala Keluarga, yang secara proporsional mewakili 485 Kepala Keluarga di 7 tujuh RT Di lingkungan RW 09 Kelurahan Kranji. Penyebaran sebanyak 350 angket, guna mengantisipasi pengembalian 65%, agar dicapai jumlah 219 responden sebagai random sampling. jumlah ini di dapat dari rumus Slovin Ellen, 2017, yaitu Purwatmini, Solahuddin & Yudiarso, Peran Ketua Rukun Warga Sebagai Servant Leader 54 n = jumlah sampel 219 kepala keluarga N= jumlah populasi 485 kepala keluarga e = marjin error 5 %. Angket yang telah diisi, kembali sebanyak 204 angket, dan ini cukup memadai jika mengacu pada hasil perhitungan rumus Slovin, sebanyak 219 sampel. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan, baik antara sampel pria dan wanita, maupun antar kelompok usia. Kuisioner yang disebarkan kepada 350 kepala keluarga berisikan pertanyaan atau pernyataan yang menunjukkan variabel “keberhasilan mendapatkan dana hibah pembangunan” sebanyak 9 sembilan pernyataan/ pertanyaan. Untuk variabel “peran serta masyarakat” dikonfirmasi melalui 8 delapan pertanyaan/ pernyataan. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran dan Fungsi Ketua RW, sebagai pemimpin pada unit terkecil masyarakat di Indonesia, diatur di dalam aturan tentang “Penataan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa” atau Sebutan lain, diatur mengenai keberadaan organisasi dan kepengurusan Rukun Tetangga dan Rukun Warga. Penataan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2001. Kemudian Pemerintah Daerah menetapkan peraturan yang berlaku di daerah masing-masing, sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing daerah. Peraturan ini memberikan petunjuk tentang “Pedoman Pembentukan dan Tata Cara pemilihan pengurus Rukun Warga RW”, selain itu masing-masing daerah mengatur tentang hak dan kewajiban pengurus RW, tugas dan fungsi Ketua, Sekretaris dan perangkat RW, serta masa bakti kepengurusan RW. Dalam hal Peratuiran Daerah mengatur persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang warga, agar memenuhi kriteria sebagai pengurus, baik RW maupun pengurus RT. Hal lain yang dituangkan di dalam peraturan daerah tentang “Penataan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa”, adalah musyawarah antar anggota untuk membuat keputusan yang berdampak kepada kondisi seluruh warga masyarakat komunitas, aturan tentang keuangan dan kekayaan RT dan RW. Tugas pokok ketua RW menurut peraturan daerah kota Bekasi no. 5 tahun 2015 tentang pedoman pembentukan Rukun Warga RW, Rukun Tetangga RT, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat LPM Kota Bekasi pada Bab III pasal 4, pasal 5 dan pasal 6 adalah sebagai berikut, tugas pokok ketua RW sebagai pelayanan warga, sebagai kepanjangan tangan dan tanggung jawab Pemerintah Daerah, menjamin terciptanya kondisi kehidupan rukun di kalangan warga, serta menjamin terciptanya rasa persatuan dan kesatuan antar warga pada gilirannya menggerakkan warga untuk bergotong royong dalam melaksanakan pembangunan guna kemaslahatan lingkungannya. Selain memiliki tugas pokok, ketua RW berfungsi untuk mengkoordinasian antar warga, melaksanakan fungsi sebagai penghubung antar warga dengan Pemerintah Daerah, serta penanganan masalah-masalah sosial masyarakat yang dihadapi warga. Mengacu pada tugas pokok dan fungsi ketua RW tersebut, maka keterampuilan servant leader yang diterapkan oleh ketua RW 09, Kelurahan Kranji, Kota Bekasi. Keterampilan mendengarkan, ketua RW sebagai servant leader di unit terendah pemerintahan Indonesia, nampak pada setiap urun rembug warga, ketua RW mendengarkan segala hal yang menjadi aspirasi masyarakat, utamanya ketika mengajukan dana hibah pembangunan kepada Pemerintah Daerah Kota Bekasi. Ketika harus berempati, ketua RW merasakan gangguan bagi para warga, yang disebabkan oleh rusaknya fasilitas lingkungan, dalam hal ini adalah rusaknya jalan di lingkungan RW 09 Kelurahan Kranji, Kota Bekasi, namun tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kota Bekasi. Oleh karenanya, keterampilan healing oleh Ketua RW 09, dilakukan dengan mengundang warga, melakukan rapat tingkat kelompok kecil untuk urun rembug, lalu rapat tingkat ketua RT, guna mencari pemecahan masalah dan melakukan urun rembug tahapan dan kegiatan pemecahan masalah tersebut. Rapat ini menunjukkan bahwa Ketua RW 09 peduli pada kebutuhan masyarakat agar masyarakat merasa nyaman dan tidak terganggu, dengan PUBLIKAUMA Jurnal Ilmu Administrasi Publik UMA, 8 1 2020 50-56 55 ketersediaan sarana lingkungan yang memadai. Persuasive yaitu pendekatan secara halus yang dilakukan oleh ketua RW 09 kelurahan Kranji sebagai servant leader membuat warga masyarakat RW 09 merasa nyaman, sehingga pada gilirannya, anggota komunitas dengan sukarela turut ambil bagian dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus RW 09. Ketika anggota aktif dalam setiap kegiatan, maka akan mudah juga bagi pengusru RW 09 untuk menyusun rencana kerja termasuk rencana pengajuan hibah kepada Pemerintah Kota Bekasi, guna perbaikan sarana lingkungan RW 09, diharapkan berdampak pada kenayaman bagi warga RW 09. Kenyamanan warga menuju kepada produktivitas warga dalam berkegiatan, baik secara sosial maupun ekonomi. Penyusunan rencana kerja oleh Ketua RW bersama warga RW, didasarkan pada foresight, dalam hal ini penyusunan rencana kerja berdasarkan kenyataan masa kini serta keinginan kemajuan di masa depan, sekaligus mengantisipasi berbagai masalah potensial yang akan muncul, jika keputusan diterapkan. Berbasis pada pengalaman sebagai pengurus RT di lingkungan RW 09, berbagai keputusan yang dibuat oleh ketua RW 09, didukung oleh warga, karena dipercaya akan sepenuhnya mendukung pengembangan kondisi warga dan lingkungannya. Stewardship and commitment itulah yang menjadi dasar pengembangan warga sebagai komunitas building community merupakan komitmen dari seorang servant leader untuk melayani semua fihak di dalam komunitasnya dalam keadaan saling percaya serta lebih mengutamakan keterbukaan. Hal-hal tersebut stewardship and commitment to build the community menjadikan pengembangan komunitas di lingkungan RW 09 tercapai. Terbukti dengan diloloskannya hibah perbaikan sarana lingkungan. Penerapan keterampilan servant leader oleh Ketua RW 09, terbukti dari hasil angket yang disebarkan ke warga RW 09. Pengujian terhadap variabel “servant leader”, menunjukkan nilai Cornbach Alfa sebesar 0, 643, dinilai data cukup valid. Tabel 1. Uji Realibilitas Bagi Variabel “Servant Leader” Reliabilitas data “servant leader” Sumber data diolah, 2019 Hasil pengujian terhadap variabel “peran serta masyarakat”, menunjukkan nilai Cornbach Alfa sebesar 0, 4i8, dinilai data cukup valid . Tabel 2. Uji Realibilitas Bagi Variabel “Peran Serta Masyarakat” Reliabilitas Data Peran Serta Masyarakat Sumber data diolah, 2019 Berikutnya, hasil pengujian realibilitas terhadap variabel “keberhasilan mendapatkan dana”, menunjukkan nilai Cornbach Alfa sebesar 0, 599, dinilai data valid. Tabel 3. Uji Realibilitas Bagi Variabel “Keberhasilan Mendapatkan Dana Hibah” Realibilitas Data Keberhasilan Mendapat Dana Sumber data diolah, 2019 Dari tabel di atas, terlihat besarnya koefisien Cronbach’s Alpha koefisien hitung reliabilitas alpha setiap variabel besarnya lebih besar dan mendekati 0,60 berarti bahwa pertanyaan kuesioner seluruh variabel adalah reliabel. Hanya saja pernytaan tentang peran serta masyarakat, menunjukan “kurang valid”. Purwatmini, Solahuddin & Yudiarso, Peran Ketua Rukun Warga Sebagai Servant Leader 56 Tabel 4. Uji Korelasi Antar Tiga Variabel Sumber data diolah, 2019. JK = variabel keberhasilan, JSL= variabel servant leadership, JPM = variabel peran serta masyarakat. Penelitian menunjukan bahwa penerapan gaya kepemimpinan melayani servant leadership oleh Ketua RW 09 Kelurahan Kranji, Bekasi Barat serta partisipasi masyarakat menghasilkan keberhasilan mendapatkan dana pembangunan infrastuktur. Hal ini dijelaskan oleh hasil wawancara dengan para warga RW 09 Kelurahan Kranji, yang mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan 11 sebelas paket dana pembanguanan dan perbaikan infrastruktur, dari 11 sebelas paket proposal yang di ajukan. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan “servant leader” yang dimiliki dan diterapkan dalam memimpin komunitas oleh Ketua RW 09 , kelurhan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat sangat berperan dalam mencapai komunitas nyaman dan produktif di lingkungan yang dipimpinnya. Keterampilan ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Bekasi, yang menetapkan bahwa pengucuran dana hibah proyek-proyek pembangunan di lingkungan berdasarkan usulan dari kebutuhan masyarakat. Pengajuan proposal dana hibah dilakukan dari mulai tingkat RT kemudian kompilasi oleh RW 09 dan selanjutnya disampaikan ke Kelurahan Kranji akhirnya ke Kecamatan Bekasi Barat. Tingkat keberhasilan RW 09 cukup tinggi, Nampak dari didapatnya sejumlah 11 sebelas dana hibah proyek untuk pembanguan dan perbaikan infrastruktur. Secara statistik dapat disimpulkan bahwa ketika instrumen yang berisi 37 tiga puluh tujuh pernyataan, mewakili 3 tiga variabel tentang “keberhasilan mendapatkan dana hibah perbaikan infrastruktur/ jalan lingkungan”, variabel “partisipasi masyarakat” dan variabel “servant leader” yang diterapkan oleh ketua RW 09 kelurahan Kranji, kecamatan Bekasi Barat, menghasilkan kesimpulan bahwa penerapan “servant leadership” guna menarik peran masyarakat, menunujukkan hasil signifikan secara statistik ditunjukkan oleh tingkat korelasi yang kuat sebesar Peran serta masyarakat meyakinkan pihak pemberi hibah bahwa dana hibah yang dikucurkan, memang digunakan untuk kepentingan lingkungan warga, serta sesuai dengan kebutuhan warga. Pernyataan dalam angket menggali dan mengkonfirmasi karakter ketua RW 09, yang memang secara konsisten menerapkan karakter “servant leadership”. Penerapaan karakter ini mendorong peran serta warga masyarakat dalam semua hal, terutama “urun rembug” guna menyelesaikan masalah yang muncul di kalangan dan di kawasan RW 09 , kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat. “Urun rembug” merupakan bentuk partisipasi masyarakat di lingkungan RW 09 Kelurahan Kranji, baik ketika mencari jalan pemecahan masalah, maupun menyusun proposal guna mendapatkan dana hibah pembangunan dan perbaikan infrastruktur. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada Warga RT 09 204 Kepala Keluarga dari tujuh Rukun Warga, Kelurahan Kranji Kecamatan Bekasi Barat, untuk pertisipasi memberikan jawaban pada angket yang telah menjadi dasar pembuatan naskah penelitian ini. Juga terima kasih kepada Kemenristekdikti, untuk pendanaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Aji, M. 2015. Pengaruh Servant Leadership Terhadap Kinerja Dengan Burnout Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan PT. Intiroda Makmur Persada Tbk, Tangerang. Doctoral dissertation. Andreeyan, R. 2014. Studi tentang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di Kelurahan Sambutan PUBLIKAUMA Jurnal Ilmu Administrasi Publik UMA, 8 1 2020 50-56 57 Kecamatan Sambutuan. Kota Samarinda. . Journal Administrasi Negara , 1938-1951. Block, P. 1993. Stewardship Choosing service over self-interest. California Berrett-Koehler . Daerah, P. 2005. Pedoman Pembentukan Rukun Tetangga RT, Rukun Warga RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat LPM. Kota Bekasi Pemerintah Kota Bekasi. Dwiningrum, S. I. 2011. Desentralisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan. Yogyakarta Pustaka Pelajar. Ellen, S. 2017. Slovin's formula for sampling technique. Ghozali., K. K. 2013. Teknik Penyusunan Skala Likert Summated Scales dalam Penelitian Akuntansi dan Bisnis. Fatawa Publishing. Semarang. Fatawa Publishing. Semarang. Ginting, R. 2011. Partisipasi Masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Musrenbang di Kabupaten Sarolangun. Yogyakarta. Repository Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada. Greenleaf, R. K. 2002. Servant Leadership, A Journey inti the Legitimate Power & Greatness. New York Paulist Press. Kali, A. 2011. Analisis partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pembangunan PLTMH di Paneki Desa Pombewe. Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Kali, Agustinus. 2011. Analisis partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pembangunan PLTMH di Jurnal Mektek Tahun XII No. 3. Kranji, S. E. 2014. Juknis Pelaksanaan Musrenbang. Bekasi Kelurahan Kranji. Purnamasari, I. 2007. Studi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan di Kecamatan Cibadak. Kabupaten Sukabumi. Semarang Repository Pascasarjana. Universitas Diponegoro. RI, D. 2004. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Jakarta DPR RI. RI, D. 2004. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta DPR RI. Satries, W. I. 2011. Mengukur Tingkat Partisipasi Masyarakat Kota Bekasi Dalam Penyusunan APBD Melalui Pelaksanaan Musrenbang . Jurnal Elektronik Kybernan. Vol. 2 2, 89-130. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung CV Alfabeta. Sumaryadi, I. N. 2010. Sosiologi Pemerintahan dari Perspektif Pelayanan, Pemberdayaan, Interaksi dan Sistem Kepemimpinan Pemerintah Indonesia. Bogor Ghalia Indonesia. Supriadi, F. D. 2001. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogya karta Adicita Karya Nusa. Uphoff, J. M. 1980. Participation's place in rural development seeking clarity through specificity. Cornall University World development. Widyastuti, T. 2016. Pengaruh Kepemimpinan Pelayan Dan Budaya Organisasi Terhadap Pengelolaan Konflik. Cakrawala-Jurnal Humaniora, 16 2. Windiyani, D. A. 2016. Hubungan Kepemimpinan Yang Melayani Servant Leadership Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan Bagian Produksi. Malang University of Muhammadiyah. ... Mendukung kegiatanan-kegiatan baik yang dihimbau olah lurah ataupun inisiatif warga terkait swadaya masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup. Selain RT, RW dan partisipasi masyarakat juga sangat berperan dalam keberhasilan usulan dana proyek pembangunan berbasis pada kebutuhan nyata [4]. ... Muhammad Sony MaulanaRaja SabaruddinNurmalasari NurmalasariPemanfaatan teknologi tepat guna diterapkan pada lingkungan RTRukun Tetangga-RW Rukun Warga akan meningkatkan kualitas peran dan fungsi RT/RW, apalagi RT/RW merupakan garda terdepan yang dapat mendukung pembangunan nasional. Dengan konsep layanan berbasis teknologi, RT/RW akan lebih dekat dengan warga terutama di masa pandemi covid 19 yang membatasi pertemuan tatap muka secara langsung. Dengan adanya peningkatan ini tentunya mendukung perkembangan masyarakat Indonesia ke arah society Tujuan dari penelitian ini adalah tahapan membangun dashboard aplikasi sistem pintar manajemen RT/RW berbasis online yang dapat menfasilitasi laporaan warga terhadap kondisi lingkungan sekitar RT/RW, berupa kerusakan fasilitas atau kondisi sosial di sekitar lingkungan RT/RW dan menjalankan fungsi administratif RT/RW secara digital. Metode pengembangan Aplikasi ini dengan metode SDLC Software Development Life Cycle dengan tahapan analisa kebutuhan data, perancangan dan desain perangkat lunak, pembuatan aplikasi programming dan uji coba aplikasi sebelum diimplementasikan kepada RT-RW. Hasil yang didapat berupa aplikasi dashboard yang bisa membantu fungsi dan peran RT/RW baik secara manajemen administratif, maupun penyebaran informasi dalam bentuk berita kegiatan seputar RT/RW. Kesimpulan bahwa API dari dashboard aplikasi ini dapat dikembangkan untuk membangun aplikasi mobile.... Sebagai bentuk pemerintahan terkecil, RT/RW melakukan berbagai fungsi seperti pelayanan administratif dalam bentuk surat pengantar RT/RW, mengumpulkan aspirasi masyarakat dalam bentuk laporan yang kemudian disampaikan langsung kepada lurah untuk ditindaklanjuti, mendukung kegiatankegiatan baik yang dihimbau oleh lurah ataupun inisiatif warga terkait swadaya masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup Purwatmini, Shalahudin & Yudiarso, 2020. ...Pada umumnya, pengurus RT/RW di Jakarta memiliki peran ganda yaitu sebagai pengurus masyarakat sekaligus kepala keluarga di rumahnya. Hal ini menyebabkan kurang maksimalnya fungsi pelayanan publik. Beberapa fungsi administratif menjadi terabaikan serta komunikasi antara warga dan Pengurus RT/RW kurang dapat berjalan. Untuk mengatasi persoalan itu perlu dikembangkan suatu sistem informasi yang dapat memfasilitasi kebutuhan masing-masing pihak sesuai dengan kebijakan atau kondisi di wilayahnya. Teknologi informasi ini dikembangkan dalam sebuah aplikasi mobile berbasis android, yaitu Lingkoe, dengan tiga fitur utama yaitu melakukan pencatatan data kependudukan, menyampaikan berita penting, dan memberikan layanan administratif rutin kepada masyarakat. Aplikasi ini diterapkan pada warga di Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat. Metode yang digunakan dalam pengembangan aplikasi Lingkoe adalah MADLC Mobile Application Development Life Cycle, yang terbagi menjadi 2 tahapan yaitu tahap analisa dan tahap pengembangan. Penerapan aplikasi ini menghasilkan sistem pencatatan dan dokumentasi data kependudukan yang lebih tertata, dan lengkap, penyampaian informasi seputar lingkungan yang lebih tersebar serta pengurusan layanan administratif yang lebih cepat selesai. Selanjutnya untuk pengembangan aplikasi yang lebih luas dan dapat digunakan oleh lebih banyak pengguna dibutuhkan data yang lebih representatif dari beberapa wilayah lainnya. In general, the management of RT / RW in Jakarta has a dual role, namely as the community administrator as well as the head of the family in his house which causing less optimal function of public services. Several administrative functions have been neglected and communication between residents and the RT / RW management is not working well. To overcome this problem it was needed to develop an information system that can facilitate each other's needs according to policies or conditions in the region. This information technology was developed in an android-based mobile application, namely Lingkoe, with three main features, namely recording population data, delivering important news, and providing routine administrative services to the public. Lingkoe application is applied to residents in Duri Kepa Village, West Jakarta. The method used in developing the Lingkoe application is MADLC Mobile Application Development Life Cycle, which is divided into 2 stages, namely the analysis stage and the development use of this application results in a more organized and complete population data recording and documentation system, a more dispersed delivery of information about the environment and a faster completion of administrative services. Furthermore, for the development of applications that are broader and can be used by more users, will need more representative data from several other M. Cohen Norman UphoffOver the past few years, development specialists have expressed increasing concern over the lack of progress in altering the plight of the rural poor. Towards this end they are shifting from the capital-investment growth models of the 1960s to the more people-centred basic- needs approaches that are increasingly dominating development thinking in the 1970s. In the process, they are turning to a number of related development strategies, one of the most important and least understood of which is popular participation’. Increasing numbers of studies and activities are being undertaken to bolster government and donor capacity to promote participation in development programmes. Yet, with all these activities the disturbing fact is that there is little agreement on what participation is or on its basic dimensions. This article seeks to provide some order to the emergence of participatory concerns in the development literature, and to offer a carefully elaborated framework that clarifies the notion of rural-development participation’ and make it applicable to total-development Administrasi Negara SambutuanKota SamarindaKecamatan Sambutuan. Kota Samarinda.. Journal Administrasi Negara Pembentukan Rukun Tetangga RT, Rukun Warga RW danP DaerahDaerah, P. 2005. Pedoman Pembentukan Rukun Tetangga RT, Rukun Warga RW danDesentralisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam PendidikanS I DwiningrumDwiningrum, S. I. 2011. Desentralisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan. Yogyakarta Pustaka formula for sampling techniqueS EllenEllen, S. 2017. Slovin's formula for sampling partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pembangunan PLTMH di Paneki Desa PombeweA KaliKali, A. 2011. Analisis partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pembangunan PLTMH di Paneki Desa Pombewe. Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Kali, Agustinus. 2011. Analisis partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pembangunan PLTMH di Jurnal Mektek Tahun XII No. 3.
Tahukah kamu bahwa masih banyak yang belum memahami mengenai perbedaan pemimpin dan manajer? Sekilas, keduanya memang memiliki makna sama. Namun, istilah keduanya memiliki sejumlah perbedaan. Sebagaimana diketahui, di dalam perusahaan maupun organisasi terdapat seorang leader pemimpin dan manajer. Pemimpin adalah orang yang mempunyai kemampuan memengaruhi, memotivasi, mengarahkan, dan mengawasi orang lain agar tugas yang sudah direncanakan terselesaikan dengan baik. Sementara berdasarkan definisinya, seorang manajer harus bisa mengatur, mengarahkan, dan mengendalikan orang lain agar tujuan yang telah ditetapkan perusahaan atau organisasi tercapai. Meskipun, seorang manajer belum tentu seorang pemimpin, keduanya penting bagi keberlangsungan perusahaan. Apa Itu Pemimpin? Pemimpin bukanlah sebuah jabatan atau posisi di dalam sebuah perusahaan. Kamu dapat melihat struktur organisasi perusahaan dan tidak akan menemukan kata pemimpin di dalamnya. Pemimpin adalah sebuah karakter atau peran. Dengan kata lain, siapapun dapat menjadi pemimpin atau memiliki sifat kepemimpinan. Tentu saja pemimpin yang hebat umumnya memiliki posisi atau jabatan yang mentereng di perusahaan. Pemimpin kemudian umumnya memiliki pengaruh yang besar di dalam perusahaan. Apa Itu Manajer? Berbeda dengan pemimpin, manajer adalah sebuah jabatan atau posisi. Manajer umumnya memiliki peran untuk mengatur sistem organisasi perusahaan. Manajer dapat dianggap sebagai gerbang ke tingkat yang lebih tinggi oleh para bawahannya. Para karyawan umumnya akan lebih sering berbicara pada dan bertemu dengan manajer ketimbang pemimpin yang memiliki jabatan lebih di atas. Apa Saja Perbedaan Antara Pemimpin dan Manajer? Setelah mengetahui pengertian pemimpin dan manajer, kamu mungkin telah memiliki sedikit gambaran tentang perbedaan di antara keduanya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai perbedaan antara pemimpin dan manajer berikut ini. 1. Posisi Pemimpin dapat didefinisikan sebagai seseorang yang mampu memimpin, baik secara formal resmi maupun informal tidak resmi. Untuk mendapatkan posisi pemimpin, kamu harus memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Pemilihannya sendiri tidaklah serumit manajer. Pasalnya, posisi pemimpin umumnya bersifat sementara. Pemimpin memiliki masa kontrak yang bervariasi tergantung tugas. Misalnya, jika kamu ditugaskan untuk mengurus sebuah proyek pembangunan gedung yang membutuhkan waktu selama enam bulan, maka selama itulah kamu menjabat sebagai pemimpin. Baca Juga 3 Tingkatan Piramida Manajemen Dan Contohnya Berbeda dengan pemilihan pemimpin yang biasanya berdasarkan kontrak kerja mengenai proyek atau tugas tertentu, pemilihan manajer dilakukan secara formal berdasarkan yuridis perusahaan tersebut yang ditandai dengan adanya surat pengangkatan atau keputusan dari komisaris atau direktur. Umumnya, waktu kerja yang diperlukan seseorang untuk menjabat sebagai manajer berkisar tiga hingga lima tahun. Makin banyak prestasi yang kamu raih, makin besar peluang untuk menduduki posisi tinggi dalam waktu relatif singkat. 2. Fungsi Pemimpin memiliki fungsi dasar untuk membentuk visi, tim, membagi tugas, mengarahkan, memotivasi dalam bekerja, dan menggerakkan bawahannya mencapai tujuan. Dalam menjalankan fungsinya, pemimpin lebih menekankan pengaruh yang dimilikinya untuk membuat bawahan mengikuti arahannya, bukan dengan paksaan atau iming-iming hadiah. Pemimpin akan melakukan stimulasi, memberikan fasilitas, dan berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan yang wajib diikuti oleh bawahannya. Sementara fungsi dasar manajer berkaitan erat dengan perencanaan planning, pengarahan directing, pengorganisasian organising, kontrol controlling, dan penempatan staff staffing. Biasanya, seorang manajer dalam menjalankan fungsinya sering memanfaatkan kekuasaan jabatan dan wewenang secara struktural yang mempunyai kekuatan mengikat. Artinya, seorang manajer dapat memaksa atau menghukum bawahannya. 3. Tugas dan Peran Salah satu perbedaan pemimpin dan manajer yang utama terdapat pada tugas dan peran. Pemimpin membangun visi sementara manajer mewujudkan ide tersebut dengan membuat rencana. Pemimpin perusahaan yang hebat adalah pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan. Ia dapat melihat hal-hal yang umumnya tidak dapat dilihat oleh kebanyakan orang. Sementara itu, manajer yang hebat adalah manajer yang dapat membuat rencana yang runut untuk mewujudkan visi dari pemimpin. Jika pemimpin bertugas untuk membangun visi, maka manajer membangun tujuan untuk mewujudkannya. Seorang pemimpin tidak hanya harus berwibawa, tetapi juga mampu menguatkan visi yang diemban. Lantaran memahami bahwa membangun personal branding sangatlah penting, pemimpin cenderung melakukan banyak hal unik, berpikiran out of the box, dan mendorong bawahannya untuk terus berkembang. Pemimpin juga tidak takut untuk berinovasi dan mengambil risiko. Selain bertanggung jawab, seorang manajer harus mempunyai pengetahuan luas, terampil, dan mampu berkomunikasi. Tugasnya adalah mengatur dan mengintegrasi berbagai jenis variabel ke dalam tujuan perusahaan. Seorang manajer harus bisa memimpin bawahannya serta merencanakan, mengelola, mengawasi, dan mengevaluasi kegiatan manajemen. Manajer memiliki peran dalam menentukan langkah yang harus diambil demi mencapai tujuan perusahaan. Seorang manajer juga harus bisa memprediksi hasil dari pilihan tersebut. Selain bertanggung jawab dalam pengelolaan dan koordinasi tim, manajer juga harus memastikan bahwa kebijakan perusahaan berjalan sebagaimana mestinya. Berbeda dengan pemimpin yang berani berinovasi, seorang manajer cenderung menjalankan tugas secara formal sehingga selalu berpegang teguh pada hal-hal yang sudah terbukti keberhasilannya. Seorang manajer lebih banyak meniru kompetensi dan mencontoh perilaku serta gaya kepemimpinan orang lain. Alih-alih mengambil risiko layaknya seorang pemimpin, seorang manajer justru meminimalisasi risiko tersebut dengan cara menjalankan yang telah ada. Singkatnya, seorang manajer akan berusaha mengendalikan situasi dan cenderung menghindari masalah. 4. Kepemimpinan Ditilik dari lingkungan kerja, seorang pemimpin bisa memimpin di lingkungan kerja formal ataupun informal. Pemimpin memiliki tanggung jawab terhadap bawahannya dan seluruh anggota tim yang turut berkontribusi. Ketika terdapat satu unit kerja melakukan kesalahan, unit lain harus menanggung beban karena kesalahan tersebut. Seorang pemimpin biasanya berpikir dengan lebih holistik dan memiliki gambaran mengenai target pencapaiannya. Hal inilah yang membuat pemimpin tahu bagaimana cara mendorong dan menginspirasi bawahannya untuk mengubah visi menjadi realita. Baca Juga Mengenal Strategi Kepemimpinan Dalam Dunia Kerja Dibandingkan orang biasa, cara berpikir pemimpin sangat luas dan jauh. Tak jarang pemimpin memiliki pemikiran yang dianggap nyeleneh, tetapi sangat mendukung terwujudnya visi atau tugas yang diemban. Pemimpin yang baik sangat mengetahui potensi bawahannya. Oleh karena itu, pemimpin sering memotivasi bawahannya untuk terus berkembang dan memaksimalkan kemampuannya. Alhasil, seluruh bawahan yang tergabung dalam tim mampu memberikan hasil terbaik dan bekerja sama mencapai tujuan. Berbeda dengan pemimpin, seorang manajer hanya bisa memimpin di lingkungan kerja formal saja. Manajer memiliki tanggung jawab pada atasannya. Lantaran bertugas memastikan tujuan dapat tercapai, seorang manajer lebih fokus terhadap cara mengatur dan menyelesaikan hal-hal yang dinilai dapat menjadi penghalang atau menimbulkan masalah di kemudian hari. Supaya berjalan lancar, manajer memiliki seorang asisten untuk membantunya mengerjakan tugas operasional. Lain dengan gaya kepemimpinan pemimpin yang bersifat transformasional memberi motivasi dan memberdayakan, gaya kepemimpinan manajer bersifat transaksional member hadiah dan hukuman. Mengingat manajer selalu bertindak konvensional, cara kepemimpinannya cenderung kaku. Manajer hanya menugaskan dan memberikan panduan atau arahan pada bawahannya untuk menyelesaikan tugas tersebut. Bawahan yang memiliki kinerja baik akan diberikan hadiah, sedangkan yang berkinerja buruk akan mendapatkan hukuman. 5. Perlakuan Pada Bawahan Seorang pemimpin mempunyai bawahan yang kerap disebut pengikut. Pengikut pemimpin adalah orang-orang yang percaya terhadap kemampuan, kecakapan, dan perilaku pemimpinnya yang baik. Pengikut akan menjalankan tugas dan perintah atas dasar rasa kagum dan hormat. Seorang pemimpin hampir tidak berjarak dengan bawahannya. Pemimpin juga memiliki kepedulian tinggi terhadap bawahannya dan memperlakukannya sebagai makhluk yang utuh. Hal itulah yang membuat seorang pemimpin tidak hanya mengejar target, melainkan juga memedulikan keseimbangan kehidupan kerja bawahannya. Lantaran sangat mengenali potensi dan kemampuan para pengikutnya. Pemimpin tidak segan untuk melakukan tindakan persuasif supaya bawahan mengikuti instruksinya sehingga visi dan target tercapai. Baca Juga 8 Langkah Strategi Komunikasi Persuasif dalam Dunia Kerja Berbeda dengan pemimpin yang memiliki pengikut secara sukarela, manajer mempunyai bawahan yang disebut sebagai karyawan atau staf. Bawahan tersebut harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan manajer. Mengingat manajer memiliki kuasa untuk memberikan tugas, hadiah, dan hukuman, para bawahannya biasanya patuh dan menjalankan tugas yang diberikan sebaik mungkin. 6. Sikap Terhadap Resiko Perebedaan besar lainnya antara pemimpin dan manajer adalah sikap keduanya terhadap resiko. Pemimpin adalah orang yang berani mengambil risiko. Ia percaya bahwa visi yang dimilikinya akan membayar segala perjuangannya di masa sekarang. Pemimpin adalah orang yang berpikir soal jangka panjang. Sementara itu, manajer cenderung menghindari risiko. Manajer adalah orang yang bertugas untuk memberikan hasil secepat mungkin. Manajer fokus mencapai target jangka pendek untuk menunjukkan hasil yang positif bagi perusahaan. Kesimpulan Baik manajer maupun pemimpin memainkan tanggung jawab yang berbeda. Masing-masing dari mereka bergerak tidak hanya dengan tim tetapi juga dengan kerangka kerja organisasi yang teratur dan memiliki bawahan. Membangun kolaborasi, meningkatkan komunikasi, mengambil resiko dengan tujuan visi perusahaan sangat penting untuk alasan ini. Memang menjadi seorang pemimpin bukanlah pekerjaan yang mudah berhasil, namun begitulah hakikatnya. Setiap dari Anda yang pernah memiliki posisi kepemimpinan akan dapat memahami hal ini. Tidak ada keraguan bahwa setiap perusahaan yang sukses memiliki manajemen dan kepemimpinan terbaik. Setiap pemimpin harus mengembangkan kemampuannya sendiri di samping perannya sebagai karyawan. Karena sebenarnya tidak ada formula untuk kepemimpinan yang efektif. Karena setiap karyawan memiliki kepribadiannya masing-masing, pemimpin dan manajer harus menugaskan individu berdasarkan kemampuannya. Perusahaan bisa menawarkan seluruh fasilitas sebagai pendongkrak kinerja pekerja. Menggunakan perangkat lunak SDM yang berfokus pada produktivitas karyawan atau alat absensi online, misalnya. Karyawan tidak hanya bekerja lebih efisien, tetapi bisnis juga mendapatkan keuntungan secara konsisten. Baca Juga Apa Yang Dimaksud Dengan Strategi Bisnis? Seperti Apa Hal Ini Bisa Membantu Bisnis Anda? Demikianlah informasi mengenai perbedaan pemimpin dan manajer yang perlu kamu ketahui. Terlepas dari perbedaan tersebut, keduanya memiliki peran besar dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Secara simpel, pemimpin adalah orang yang membangun visi dan berpikir jangka panjang, sementara manajer adalah orang yang menentukan tujuan serta berpikir jangka pendek. Untuk menjadi seorang pemimpin, kamu tidak harus menjabat sebagai manajer lebih dulu. Kamu bisa mempelajari kepemimpinan melalui portal pembelajaran daring GreatNusa. GreatNusa menyediakan berbagai jenis course dan webinar dengan materi berkualitas dan praktis. Berbekal materi tersebut, kamu bisa mengoptimalkan kemampuan leadership dan manajerial. Tunggu apa lagi? Ayo, gapai masa depan yang lebih baik bersama GreatNusa!
Cara menghadapi atasan yang menerapkan kepemimpinan otoriter memang tidak mudah. Kamu harus bisa bersikap profesional agar bisa bertahan di kantor. Hal itu disebabkan, atasan yang otoriter memiliki kekuasaan yang mutlak dan setiap bawahannya harus menerima segala keputusan yang sudah dibuatnya. Gaya kepemimpinan ini memang identik dengan kekuasaan yang diktator. Namun, kamu harus tahu bahwa gaya kepemimpinan otoriter juga memiliki kelebihan. Jika diterapkan dengan benar, pemimpin bisa membantu karyawan menunjukkan performa terbaiknya saat bekerja. Nah, jika kamu ingin tahu lebih banyak soal jenis kepemimpinan otoriter, kamu bisa membaca penjelasan selengkapnya dengan klik tombol di bawah BACA ARTIKELNYA Lalu, apa yang harus dilakukan agar bisa bertahan di lingkungan kerja dengan atasan yang menerapkan gaya kepemimpinan ini? Jangan khawatir, Glints sudah menyiapkan cara efektif menghadapi atasan otoriter untukmu. Simak, yuk! 1. Jaga perasaanmu © Cara pertama dan terpenting yang harus kamu pahami saat menghadapi atasan yang otoriter adalah dengan tidak mudah mengambil hati. Jaga perasaanmu dan ingatlah bahwa di tempat kerja harus tetap profesional. Maka dari itu, saat kamu mendapatkan kritikan pedas dari atasan, jangan mudah memasukkannya ke hati. Fokus pada feedback yang diberikannya. Kemudian, jadikan hal itu sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik. 2. Tetap berikan hasil kerja terbaikmu © Forbes menyebutkan kamu harus tetap bertanggung jawab dengan setiap pekerjaanmu. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan rasa hormat dari atasan otoriter. Kamu juga harus selalu jujur dan bekerja keras meskipun hasilnya kurang sesuai dengan harapan. Seorang pemimpin yang otoriter tidak akan menerima alasan saat kamu berbuat kesalahan. Jadi, usahakan kamu tetap bekerja dengan baik agar atasan menghormatimu. 3. Biarkan atasanmu merasa memegang kendali © Seorang pemimpin yang otoriter pasti akan mengendalikan banyak hal. Karena itu, biarkan saja mereka merasa memegang kendali penuh saat di kantor. Kamu tidak perlu memaksakan diri agar berani dan mencoba menentang perintahnya. Hal itu hanya akan membuat hubunganmu dengannya menjadi kurang baik. Sebaiknya, selalu tunjukkan loyalitas padanya sehingga atasanmu bisa yakin bahwa kamu adalah seseorang yang bisa dipercaya. Saat mendapatkan kepercayaan darinya, tentu kamu akan lebih diuntungkan. 4. Selalu berikan informasi kepadanya © Cara menghadapi atasan otoriter selanjutnya adalah dengan selalu menginformasikan segala sesuatu yang sudah kamu kerjakan di kantor. Bos yang otoriter dan suka menuntut ingin selalu mengontrol setiap aktivitas karyawannya. Karena itu, menurut Chron kamu perlu memberikan laporan rutin mengenai apa saja yang kamu kerjakan dan update status proyek yang sedang berjalan. 5. Jadilah penghubung © Salah satu cara terbaik menghadapi atasan otoriter adalah dengan menjadi orang yang dipercayainya. Caranya adalah dengan menjadi penghubung bagi atasan otoritermu. Maksudnya, jadi seseorang yang menghubungkan bosmu dengan karyawan lain yang ada di departemen atau tim kalian. Hal itu disebabkan, seorang atasan yang otoriter biasanya tidak bisa membantu menangani masalah setiap karyawan. Maka, kamu bisa mencoba membantu dengan memberikan bantuan kepada rekan kerjamu yang lain. Lalu, laporkan perkembangannya kepada atasan. Dengan begitu, kamu bisa menjadi orang yang mendapatkan kepercayaannya di kantor. 6. Berani bersikap © Seorang atasan yang otoriter memang cenderung lebih tegas dan keras dalam memimpin. Namun, bukan berarti kamu harus selalu ketakutan saat menghadapinya. Melansir Asia School of Business, kamu harus memiliki psychological security yang baik saat menghadapi atasan otoriter. Psychological security atau keamanan psikologis adalah keyakinan bahwa kamu tidak akan mendapatkan hukuman saat melakukan kesalahan. Jadi, tanamkan mindset bahwa harus berani mengutarakan pikiran dan jika memang idemu tidak salah, pastinya kamu tidak akan mendapatkan hukuman dari atasan. 7. Jangan bereaksi secara berlebihan © Tiba-tiba atasan memarahimu tanpa sebab? Sebaiknya, kamu jangan sampai terpancing emosi. Tenangkan dirimu dan jangan langsung meladeni kemarahannya. Ambil sedikit waktu dan tenangkan diri sebelum mulai mengatakan atau berbuat sesuatu. Hal itu dapat membuatmu terhindar dari emosi sesaat. Saat sudah menenangkan diri, kamu bisa segera mengajak bosmu berbicara berdua dan membahas apa yang membuatnya marah. Tanyakan apa kesalahanmu dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya. 8. Hindari gosip © Di setiap tempat kerja pasti ada saja teman yang suka menggosip. Namun, sebaiknya kamu menghindari hal yang satu ini, ya! Setiap atasan tentu tidak menyukai karyawan yang suka membicarakan dirinya di belakang. Hal itu bisa membuat mereka merasa tidak dihormati. Bukankah lebih baik kamu fokus pada pekerjaan daripada membuang waktu untuk menggosip? Itulah ragam cara menghadapi atasan otoriter yang sudah Glints siapkan untukmu. Meskipun sulit bekerja sama dengan atasan yang menerapkan gaya kepemimpinan ini. Akan tetapi, kamu masih bisa berkembang jika mampu mendapatkan kepercayaan dan rasa hormatnya. Karena itu, kamu harus tetap menunjukkan kepercayaan diri, kecakapan, dan kemauan untuk bekerja keras. Tertarik dengan pembahasan seperti di atas? Masih banyak informasi seputar tips berkomunikasi dan menghadapi rekan kerja lainnya yang bisa kamu dapatkan dari Glints. Baca beragam artikel terbaru secara rutin hanya dengan berlangganan newsletter blog Glints secara gratis. Mudah, bukan? Yuk, segera sign up dan dapatkan informasi terbaru! How To Deal With An Authoritarian-Like Boss How to Deal With an Autocratic Boss HOW TO WORK WITH AN AUTOCRATIC LEADER
cara pemimpin di lingkungan rt gimana